Tata kelola perusahaan > Manajemen Risiko

RESIKO-RESIKO YANG DIHADAPI PERSEROAN

Perjalanan bisnis Perseroan akan selalu dihadapkan pada berbagai macam risiko keuangan, karena itu Perseroan selalu sigap dalam mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin dihadapi, yaitu dengan menghadirkan system manajemen risiko sebagai mekanisme untuk meminimalisir ketidak pastian pasar dan selalu berusaha mencari cara dalam meningkatkan kesempatan atau peluang bisnis.

  1. Risiko Pemasaran
    Kondisi perekonomian dunia dapat mempunyai pengaruh terhadap kinerja dan keuntungan Perseroan, dan juga dapat mengurangi permintaan untuk produk otomotif, yang pada gilirannya akan menyebabkan berkurangnya permintaan pabrik-pabrik ban untuk produk Perseroan. Untuk mengatasi risiko tersebut, Perseroan dan Entitas Anak berupaya memperluas pasar dengan masuk ke pasar-pasar baru dan tetap mempertahankan pasar yang ada dengan memberikan harga yang kompetitif melalui berbagai upaya efisiensi untuk menurunkan biaya produksi.
     
  2. Risiko Persaingan
    Pasar global untuk produk kain ban saat ini menjadi semakin kompetitif dan dinamis. Penurunan atau kenaikan harga jual dapat berdampak pada margin keuntungan Perseroan. Untuk meminimalisasi risiko tersebut, Perseroan berupaya menjaga hubungan baik dengan customer, menjaga performa Perseroan yang baik dengan mengirim produk-produk berkualitas tinggi dan memberikan pelayanan prima secara konsisten. Perusahaan juga selalu konsisten berupaya untuk menjadi lebih kompetitif, dengan memberlakukan efisiensi produk tanpa mengurangi kualitas atau fleksibilitas. Perusahaan juga memanfaatkan informasi pasar dan jaringan dari pemegang saham mayoritas.
     
  3. Risiko Pemasukan Bahan Baku
    Perseroan mengimpor sebagian besar dari bahan baku utamanya. Dengan demikian fluktuasi harga produk tunduk pada faktor tingkat permintaan dan kesediaan barang baku di pasar global. Perseroan mengurangi risiko fluktuasi harga dan kelangkaan pasokan melalui pemantauan dinamika pasar secara konstan. Perseroan juga melakukan kontrak-kontrak dengan pemasok untuk menjamin pasokan bahan baku untuk jangka panjang dan dengan demikian meminimalisir fluktuasi harga, serta mengambil keuntungan pada pembelian dengan jumlah besar. Perseroan juga telah mendata alternatif pemasok bahan baku baik dari dalam maupun luar negeri untuk mengantisipasi risiko kelangkaan suplai bahan baku. 
     
  4. Risiko Kurs
    Mata uang fungsional Perseroan adalah USD dan eksposur mata uang asing timbul dari transaksi yang didenominasi dalam Rupiah terutama karena penjualan domestik, gaji karyawan, pembayaran utility dan beban administrasi. Namun eksposur ini sebagian dieliminasi dengan cara penyesuaian antara biaya pengeluaran dan pendapatan yang dilakukan dalam mata uang yang sama (lindung nilai alami). Selain itu Perseroan juga telah menerapkan proses lindung nilai operasional untuk menghindari resiko kurs ini.
     
  5. Risiko Operasi
    Risiko operasi adalah risiko-risiko yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasi Perseroan dan Entitas Anak sehari-hari, keselamatan dan kesehatan pekerjanya, serta terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
    Risiko-risiko yang dapat dikategorikan sebagai risiko operasi adalah risiko kerusakan mesin atau peralatan, gangguan pada sistem ERP, kecelakaan kerja, aksi mogok, ketidakpatuhan atas standar prosedur operasi dan kegagalan dalam tata kelola lingkungan. Untuk meminimalisir risiko-risiko ini, Perseroan dan Entitas Anak secara konsisten menjalankan jadwal perawatan yang ketat, memulai regenerasi atas mesin-mesin, memberikan pelatihan dan pendidikan kepada karyawannya, menunjuk kontraktor yang profesional, menerapkan zero-accident policy, membina hubungan yang baik dengan karyawan dan warga sekitar, serta menerapkan tata kelola lingkungan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
     
  6. Risiko Kredit
    Risiko kredit adalah risiko yang dapat timbul akibat pelanggan atau pihak ketiga yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual sehingga Perseroan dan Entitas Anak mengalami kerugian. Tidak ada risiko kredit yang signifikan untuk Perseroan dan Entitas Anak. Perseroan dan Entitas Anak mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko kredit yang dapat diterima untuk masing-masing pelanggan dan memantau risiko terkait dengan batasan-batasan tersebut. Perseroan dan Entitas Anak yakin akan kemampuannya untuk terus mengendalikan dan mempertahankan eksposur yang minimal terhadap risiko kredit mengingat Perseroan dan Entitas Anak memiliki kebijakan yang jelas dalam pemilihan pelanggan dan telah diadakan perjanjian yang mengikat secara hukum.
    Manajemen berkeyakinan bahwa manajemen risiko kredit terbatas karena tidak pernah ada kegagalan kredit dari pelanggan-pelanggan tersebut.
     
  7. Manajemen Risiko Permodalan
    Tujuan Perseroan dan Entitas Anak mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuannya dalam mempertahankan kelangsungan usaha sehingga Perseroan dan Entitas Anak dapat tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang saham dan manfaat bagi Pemangku Kepentingan lainnya serta mempertahankan struktur permodalan yang optimal untuk mengurangi biaya modal.
    Perseroan dan Entitas Anak memonitor modal dengan dasar rasio utang terhadap modal. Rasio ini dihitung dengan membagi jumlah utang dengan total modal. Perseroan dan Entitas Anak berusaha mempertahankan rasio hutang terhadap modal tetap berada pada rasio yang sehat.
Perseroan terus berupaya mengelola manajemen risiko secara menyeluruh. Monitoring terhadap implementasinya diawasi secara ketat baik secara internal oleh manajemen Perseroan maupun eksternal. Adapun sistem manajemen risiko Perseroan terus dievaluasi serta disempurnakan baik melalui pembahasan pihak manajemen. Sejauh ini, pelaksanaan manajemen risiko Perseroan sudah dirasa efektif, namun akan terus ditinjau perkembangannya diwaktu kedepan